12.6.14

Batik Bakau Pembicara Batik Fashion Week 2014

Semarang - KeMANGI. Pada tanggal 7 Juni 2014, Batik Bakau yang diwakili oleh owner-nya, yaitu Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan, dipercaya menjadi pembicara dalam kegiatan Batik Fashion Week 2014 (BFW 2014) di Hotel Grand Candi, Semarang.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali diadakan di Kota Semarang dan dibuka langsung oleh Ibu Walikota Kota Semarang beserta Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Semarang dan General Manager Hotel Grand Candi Semarang.

Acara ini sekaligus memperingati 4 tahun berjalannya kegiatan “Pasar Senggol” di Hotel Grand Candi tersebut. Tujuan acara ini, yaitu untuk melestarikan dan menggali sejarah batik yang ada di Kota Semarang itu sendiri, agar Batik Semarang lebih dapat dikenal luas oleh masyarakat.

Selain Batik Bakau, narasumber yang diundang, yaitu Bapak Profesor Batik Zahir Widadi, beliau merupakan Dekan Fakultas Batik di Universitas Pekalongan.

Acara BFW 2014 ini dimulai dengan melakukan ritual potong tumpeng dan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai sejarah batik Indonesia yang dibawakan oleh Pak Zahir Widadi.

Seluk beluk mengenai batik dipaparkan secara gamblang oleh Pak Zahir, karena beliau merupakan praktisi dan ahli sejarah mengenai batik di Indonesia dan menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam penandatanganan Batik Sebagai Budaya Tak Benda Milik Indonesia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan yang berbagai pengalaman menjalankan usaha Batik Bakau dan menjelaskan mengenai apa itu Batik Bakau.

Selain itu, Sdr. Cahyadi juga mengajak peserta BFW 2014 untuk menggunakan Batik Asli dan ikut melestarikan Batik Pewarna Alami dari mangrove, terutama untuk anak muda Indonesia yang notabene masih jarang sekali memakai batik asli dari mangrove.

Antusiasme peserta cukup tinggi, terutama pada saat Sdr. Cahyadi menggelar demo pencelupan kain ke dalam pewarna alami yang berbahan dasar limbah mangrove.

Acara ditutup dengan fashion show dan musik keroncong yang dibawakan oleh Grup Musik Keroncong Gesang, Semarang.

Harapannya setelah adanya kegiatan ini, batik asli dan pewarna alam terutama dari mangrove, semakin banyak diminati oleh masyarakat khsusunya anak muda, agar batik Indonesia tetap lestari. Amin. Salam Batik Bakau! (@BatikBakau).