31.8.14

MANGROVEMAGZ Hadiri Lokakarya Jurnalis SIEJ di Semarang

Semarang - KeMANGI. Pada tanggal 30 Agustus 2014, mulai pukul 07.30 WIB – 16.30 WIB, bertempat di Hotel Dafam Semarang dan Kawasan Mangrove, Morosari Demak, MANGROVEMAGZ yang diwakili oleh Sdr. Ganis Riyan Efendi (Pimred) dan Sdr. Aris Priyono (Senior Editor), telah menghadiri Lokakarya Jurnalis yang bertema From Ridge To Reef: Kebijakan Pembangunan di Darat dan Dampaknya Terhadap Pesisir Laut. 

Acara ini diselenggarakan oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ), sebuah jaringan jurnalis lingkungan yang terdapat di Indonesia. Acara dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kunjungan lapangan dan lokakarya.

Kunjungan lapangan dilakukan ke kawasan hutan mangrove di Morosari Demak, untuk melihat mengenai kondisi nyata dan terbaru warga pesisir di sana. Sementara itu, lokakarya diadakan di hotel, menghadirkan tiga praktisi lingkungan pesisir, yaitu Ibu Ika dari LSM LPPSP, Bapak Heru dari Bappeda dan Bapak Johanes dari FPIK UNDIP.

Ketiganya menginformasikan mengenai data-data terkini sehubungan dengan dampak buruk pembangunan di darat yang mengakibatkan kerusakan di kawasan pesisir dan laut.

Salah satu hal yang banyak disorot adalah mengenai kerusakan ekosistem mangrove sebagai akibat dari tumpang tindihnya kebijakan dan kepentingan, juga berbagai aktivitas penebangan mangrove untuk reklamasi pantai yang merusak.

Lokakarya dihadiri oleh kurang lebih 25 jurnalis lingkungan terpilih yang terdapat di Semarang, diantaranya dari KOMPAS, Suara Merdeka, Wawasan, Jawa Pos, TEMPO, Sindo, MANGROVEMAGZ, dan lain-lain.

Hasil diskusi lokakarya ini diantaranya adalah sebuah harapan bagi hadirnya media-media yang memfokuskan dirinya di bidang lingkungan di Indonesia, karena isyu lingkungan dirasa kurang mendapatkan banyak tempat di media.

Selain itu, kedepan semoga saja akan semakin banyak jurnalis yang memberitakan mengenai permasalahan-permasalahan seputar lingkungan hidup, mengingat isyunya yang sangat penting namun masih kurang mendapatkan porsi yang “layak” di media massa.