18.4.16

CV. KeMANGI Paparkan Teknik Rehabilitasi Mangrove Kepada Warga Bonang

Rembang - KeMANGI. Pada tanggal 18 April 2016, CV. KeMANGI bekerja sama dengan Pembangkit Jawa Bali (PJB) Rembang telah melaksanakan kegiatan berupa sosialisasi dan penyuluhan mangrove. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Mangrove For Earth: Program Rehabilitasi Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat yang dipusatkan di Desa Bonang, Rembang, Jawa Tengah.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini, dihadiri oleh kelompok nelayan Desa Bonang dan lembaga desa dengan jumlah peserta 50 orang. Bertempat di Balai Desa Bonang, acara dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Direktur CV. KeMANGI, PJB Rembang serta Kepala Desa Bonang.

Sdr. Rohmat Kuslarsono dalam sambutannya menyampaikan, “Kami berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi mengenai mangrove ini, masyarakat Desa Bonang dapat mengaplikasikan secara langsung materi yang disampaikan oleh narasumber,” terangnya.

“Kami sengaja mengundang "Profesor Mangrove" dari Rembang, Bapak Suyadi, untuk memberikan materi mengenai pembibitan dan penanaman mangrove. Pengalaman beliau sudah tak diragukan lagi, puluhan tahun telah mengabdi untuk merehabilitasi pesisir Rembang,” tambahnya.

“Kami sangat mendukung program rehabilitasi yang diinisiasi oleh PJB Rembang dan CV. KeMANGI, dan program ini merupakan program yang kami tunggu-tunggu untuk membantu Desa Bonang dalam pelestarian mangrove,” ujar lurah Desa Bonang.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bapak Suyadi dan Bapak Arief Marsudi Hardjo, selaku narasumber.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Suyadi berupa penjelasan mengenai teknik pembibitan dan penanaman. Pak Yadi, sapaan akrabnya, menjelaskan mengenai pembibitan dan teknik penanaman dari jenis Rhizophora sp. dan Avicennia sp.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Arief Marsudi Hardjo (Komisaris CV. KeMANGI) berupa penjelasan mengenai teknik rehabilitasi mangrove yang telah dilakukan oleh CV. KeMANGI di pantura Jawa, mulai dari Brebes hingga Gresik. Diakhir presentasi, Bapak Arief juga mengenalkan produk olahan mangrove berupa Batik Mangrove.

Setelah kedua pemateri selesai memaparkan materi, selanjutnya dibuka sesi tanya jawab. Secara umum, peserta menanyakan keberlanjutan serta tindak lanjut pasca kegiatan penyuluhan mangrove ini.

Selain itu, salah satu peserta juga meminta masukan terkait dengan pengelolaan tambak yang langsung bersinggungan dengan ekosistem mangrove yang ada di Desa Bonang.

Acara yang selesai pada pukul 12.00 WIB ini, diakhiri dengan doa dan foto bersama.